1. Permukiman Awal ~1700s

    Permukiman Awal

    Menurut tutur adat setempat, leluhur Suku Sasak mendirikan permukiman di lahan tinggi Sade untuk menghindari banjir dan menjaga posisi strategis terhadap jalur perdagangan Lombok Tengah.

  2. Arsitektur Bale Diwariskan Turun-temurun

    Arsitektur Bale Diwariskan

    Teknik membangun rumah adat 'bale' beratap alang-alang dan berlantai campuran tanah liat serta kotoran kerbau diwariskan lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya, tanpa gambar teknis tertulis.

  3. Dibuka untuk Wisatawan 1980-an

    Dibuka untuk Wisatawan

    Desa Sade mulai dikenal wisatawan mancanegara sebagai contoh hidup arsitektur dan adat istiadat Sasak yang masih dijaga oleh warganya sehari-hari.

  4. Tenun Songket Berkembang 1990-an–2000-an

    Tenun Songket Berkembang

    Kerajinan tenun songket yang dikerjakan para perempuan Sade menjadi sumber penghidupan sekaligus daya tarik budaya, dengan motif yang menyimpan makna adat dan status sosial.

  5. Ditetapkan sebagai Desa Wisata 2010-an

    Ditetapkan sebagai Desa Wisata

    Pemerintah daerah menetapkan Sade sebagai salah satu desa wisata unggulan Lombok Tengah, mendorong penataan jalur kunjungan dan pelatihan pemandu lokal.

  6. Kampung Adat yang Hidup Hari ini

    Kampung Adat yang Hidup

    Sekitar puluhan keluarga masih tinggal dan menjalankan keseharian di rumah-rumah adat Sade, menjaganya bukan sebagai museum, melainkan rumah yang sesungguhnya.